Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras [Hardware] dan perangkat lunak [Software]. Dalam bentuk perangkat keras [hardware], Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak [Software], Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router. Mikrotik routerOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk IP network dan jaringan
wireless.
Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.
Komputer yang akan digunakan sebagai router network cukup dengan spesifikasi menengah,
Mikrotik dipergunakan pada CPU Pentium III 800 Mhz, RAM 512 mb dan hdd 10 Gb sebagai firewall dan hotspot server untuk melayani sekitar 100 user.
step-step instalasi Mikrotik routerOS :
Booting
Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yg ingin di install seperti berikut.
Tampilan diatas adalah pilihan paket-paket yang akan di install, tekan 'a' untuk menginstall semuanya dan diteruskan dengan menekan 'I' untuk melanjutkan proses instalasi.
dan akan muncul tampilan seperti ini
Pada tahap ini software telah terinstall, selanjutnya tekan ENTER untuk reboot
Setelah komputer booting kembali ke system mikrotik. Akan tampil pilihan login
* User : admin
* Password : kosongkan tinggal ENTER
mikrotik Router OS sudah beres di install
Selanjutnya adalah setting network, sebagai contoh mikrotik akan diberi alamat ip 192.168.1.1 dengan netmask 255.255.255.0.
ketikkan pada console perintah berikut
/ip address add address=192.168.1.1 broadcast=192.168.1.255 network=192.168.1.0 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
mikrotik sudah bisa diremote baik dengan telnet maupun dengan Winbox. Winbox adalah sebuah utility untuk melakukan remote ke server mikrotik kita dalam mode GUI.
Untuk mendapatkan winbox, buka browser dan arahkan ke :
1. Persiapkan modem terlebih dahulu. Set fungsi modem sebagai bridge, bukan sebagai PPPoE Dialer. Saya pernah pake modem Articonet ACN-100R dan TP-Link TD8117 Cara settingnya kurang lebih sama.
Buka browser Anda, masukkan alamat modem 192.168.1.1
Untuk Articonet:
* Masukkan username dan password : admin/admin
* Pilih menu “Advanced Setup” > “WAN” , klik tombol “Edit” Masukkan nilai PVC Configuration : (masukkan nilainya sesuai wilayah TELKOM masing-masing daerah). Nilai ini dapat Anda lihat di sini.
VPI = X (setting saya=8)
VCI = XX (setting saya=81)
informasi ini bisa didapatkan dari petugas Telkom atau teknisi yang melakukan instalasi.
* Service Category = UBR Without PCR, kemudian klik Next
* Connection type = Bridging
* Encapsulation = LLC, kemudian klik tombol Next
* Tandai check box pilihan “Enable Bridge Service”, Next dan akhiri dengan Save
* Selanjutnya pilih Save/Reboot, tunggu beberapa saat +- 2 menit hingga proses reboot modem selesai.
Untuk Modem TP-Link TD8117 lebih mudah. Setelah login, ikuti saja langkah step-by-step nya dari Menu Start Up > Wizard > Pilih koneksi Bridge > Akhiri dengan klik Finish
2. Selanjutnya setting IP untuk masing-masing LAN Card Anda. gambaran settingnya kurang lebih begini..
koneksi PPPoE tersebut dalam ibarat contoh nama “ppp client”.
general setting pppoe-client mikrotik
interface setting pppoe-client speedy di mikrotik
Tunggu sejenak biarkan mikrotik melakukan dial ke speedy...
jika settingan benar kita dapat melihatnya di kolom uptime untuk melihat durasi koneksi speedy...
sedikit ilmu yang saya tahu semoga bermanfaat........
Read more ...
wireless.
Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.
Komputer yang akan digunakan sebagai router network cukup dengan spesifikasi menengah,
Mikrotik dipergunakan pada CPU Pentium III 800 Mhz, RAM 512 mb dan hdd 10 Gb sebagai firewall dan hotspot server untuk melayani sekitar 100 user.
step-step instalasi Mikrotik routerOS :
Booting
Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yg ingin di install seperti berikut.
Tampilan diatas adalah pilihan paket-paket yang akan di install, tekan 'a' untuk menginstall semuanya dan diteruskan dengan menekan 'I' untuk melanjutkan proses instalasi.dan akan muncul tampilan seperti ini
Pada tahap ini software telah terinstall, selanjutnya tekan ENTER untuk rebootSetelah komputer booting kembali ke system mikrotik. Akan tampil pilihan login
* User : admin* Password : kosongkan tinggal ENTER
mikrotik Router OS sudah beres di install
Selanjutnya adalah setting network, sebagai contoh mikrotik akan diberi alamat ip 192.168.1.1 dengan netmask 255.255.255.0.
ketikkan pada console perintah berikut
/ip address add address=192.168.1.1 broadcast=192.168.1.255 network=192.168.1.0 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
mikrotik sudah bisa diremote baik dengan telnet maupun dengan Winbox. Winbox adalah sebuah utility untuk melakukan remote ke server mikrotik kita dalam mode GUI.
Untuk mendapatkan winbox, buka browser dan arahkan ke :
http://192.168.1.1/winbox/winbox.exeselanjutnya setting di winbox
screenshot dari winbox
1. Persiapkan modem terlebih dahulu. Set fungsi modem sebagai bridge, bukan sebagai PPPoE Dialer. Saya pernah pake modem Articonet ACN-100R dan TP-Link TD8117 Cara settingnya kurang lebih sama.
Buka browser Anda, masukkan alamat modem 192.168.1.1
Untuk Articonet:
* Masukkan username dan password : admin/admin
* Pilih menu “Advanced Setup” > “WAN” , klik tombol “Edit” Masukkan nilai PVC Configuration : (masukkan nilainya sesuai wilayah TELKOM masing-masing daerah). Nilai ini dapat Anda lihat di sini.
VPI = X (setting saya=8)
VCI = XX (setting saya=81)
informasi ini bisa didapatkan dari petugas Telkom atau teknisi yang melakukan instalasi.
* Service Category = UBR Without PCR, kemudian klik Next
* Connection type = Bridging
* Encapsulation = LLC, kemudian klik tombol Next
* Tandai check box pilihan “Enable Bridge Service”, Next dan akhiri dengan Save
* Selanjutnya pilih Save/Reboot, tunggu beberapa saat +- 2 menit hingga proses reboot modem selesai.
Untuk Modem TP-Link TD8117 lebih mudah. Setelah login, ikuti saja langkah step-by-step nya dari Menu Start Up > Wizard > Pilih koneksi Bridge > Akhiri dengan klik Finish
2. Selanjutnya setting IP untuk masing-masing LAN Card Anda. gambaran settingnya kurang lebih begini..
Klik tanda + untuk menambahkan PPPoE Client dari box PPP, kemudian pilih menu PPPoE Client add new ppp client
Maka akan muncul box New Interface, kemudian pada tab General di field Name kita beri nama
koneksi PPPoE tersebut dalam ibarat contoh nama “ppp client”.
general setting pppoe-client mikrotik
Tetap dalam New Interface, pilih tab Dial Out. Masukkan username dan password account speedy. Biarkan setting lainnya dalam keadaan default.
interface setting pppoe-client speedy di mikrotik
Klik OK untuk mengaktifkan setting yang baru kita buat.
Tunggu sejenak biarkan mikrotik melakukan dial ke speedy...
jika settingan benar kita dapat melihatnya di kolom uptime untuk melihat durasi koneksi speedy...
sedikit ilmu yang saya tahu semoga bermanfaat........












